Tag

, , ,


Alat-alat  ini sangat berguna dalam menjalani roda kehidupan  . Pelajaran Fisika tentang Induksi Elektromagnetik inilah yang mendasari konsep-konsep dasar , sehingga  berwujud alat-alat dibawah ini, dan untuk mempelajarinya silahkan menyimak……

INDUKSI  ELEKTROMAGNETIK

Induksi elektromagnetik dapat dikatakan sebagai proses perubahan energi mekanik (energi kinetic) menjadi energi listrik. Proses perubahan energi ini, berkaitan dengan konsep fluks magnetic

Kita mulai dengan mempelajari Fluks magnetic dan Huhum Faraday secara kuantitatif.

1. Fluks magnetik

Fluks magnetic didefinisikan sebagai hasil kali antara komponen induksi magnetic dengan luas bidang

Hukum Faraday

Perhatikan gambar berikut !

Hukum Lenz :

Arah arus induksi  adalah sedemikian sehingga medan magnetic yang ditimbulkannya berlawanan dengan arah medan magnetic yang menimbulkan arus induksi itu”

4. GGL induksi pada penghantar yang digerakan dalam medan magnetik



Penerapan Konsep Induksi Elektromagnetik

1. Dynamo/Generator AC

2. Generator DC

Generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Generator yang menghasilkan arus listrik searah dinamakan Generator arus searah (DC) atau dinamo. Generator yang menghasilkan arus bolak-balik disebut generator arus bolak-balik atau alternator.

Prinsip Kerja Generator

Prinsip kerja Generator adalah “menghasilkan arus listrik induksi dengan cara memutar kumparan  diantara kutub utara-selatan magnet, sehingga akan terjadi perubahan fluks magnetik, yang menghasilkan arus induksi.”

GGL Yang dihasilkan dari Generator :

e = e mak sin wt , jika wt = 90o, maka

e mak = NBA w,  e mak = GGL Maksimum

3. Transformator

Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC) dari tegangan tinggi ke tegangan rendah ( Transformator Step –Down)

Transformator Step-Up, mengubah tegangan rendah ke tegangan tinggi

Prinsip Keja : Terjadi perubahan fluks magnetik pada kumparan primer, yang menghasilkan arus induksi pada kumparan sekunder.

Rumus Transformator :  V1/ V2 = N1 / N2,    h = Ps/Pp x 100 %, P = V. I.

About these ads