36. Keputusan Terbuka Tiga-Tahap

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan format diskusi di mana sebagian dari siswa membentuk lingkaran diskusi dan sebagian yang lain rnembentuk lingkaran pendengar di sekeliling kelompok diskusi (Lihat Sepuluh Metoda untuk Mendapatkan Partisipasi Kapanpun”, pada halaman 22.) Berikut ini adalah salah satu dari cara-cara yang lebih menarik untuk membentuk diskusi terbuka.

PROSEDUR

  1. Susunlah tiga pertanyaan diskusi yang relevan dengan materi pelajaran anda. Dalam kelas ekologi, sebagai misal, pertanyaannya boleh jadi sebagai berikut:
  • Bagaimanakah lingkungan mengalami perusakan?
  • Langkah-langkah apakah yang bisa diambil oleh pemerintah dan industri swasta untuk  mengatasi masalah ini?
  • Apakah yang dapat kita lakukan secara pribadi?

Idealnya, pertanyaan-pertanyaan itu mesti berkaitan, namun itu tidak diharuskan. Putuskan dalam urutan seperti apakah anda menghendaki didiskusikannya pertanyaan-pertanyaan itu.

  1. Susunlah kursi dalam konfigurasi perut ikan (yakni dua lingkaran memusat) Perintahkan siswa untuk berhitung 1,2, dan 3. Perintahkan anggota kelompok 1 untuk menempati kursi lingkar diskusi dan perintahkan anggota kelompok 2 dan 3 untuk duduk di kursi lingkar-luamya. Ajukan pertanyaan pertama anda untuk didiskusikan. Berikan waktu diskusi selarna 10 menit. Perintahkan satu orang siswa untuk memfasilitasi diskusi atau bertindak sebagai fasilitator.
  2. Selanjutnya, perintahkan anggota kelompok 2 untuk duduk di lingkar dalam. menggantikan anggota ke­lompok 1 yang sekarang duduk di lingkar luar. Tanyalah anggota kelompok 2 apakah mereka hendak memberikan tanggapan singkat tentang diskusi pertama, dan kemudlan beralihkan ke topik diskusi kedua.
  3. Ikuti prosedur yang sama dengan anggota kelompok 3.
  4. Bila ketiga pertanyaan itu telah didiskusikan, kembalikan siswa menjadi satu kelompok besar diskusi. Perin­tahkan mereka untuk membahas keseluruhan diskusi yang telah berlangsung.

VARIASI

  1. Sebagai alternatif, jika tidak memungkinkan untuk melakukan penataan kursi secara melingkar, buatlah diskusi panel secara bergiliran. Sepertiga kelas menjadi panelis untuk tiap pertanyaan diskusi. Para panelis bisa duduk di depan kelas menghadap kepada siswa lainnya di kelas. Jika anda menggunakan susunan kelas berbentuk U atau meja konferensi (lihat “Sepuluh Tata-letak untuk Menyusun Kelas,” halaman 17), tunjuklah kelompok sebelah sebagai kelompok panel.
  2. Gunakan hanya satu pertanyaan diskusi saja. Perintah­kan tiap kelompok berikutnya untuk menanggapi diskusi kelompok sebelumnya.

37.Memperbanyak Anggota Diskusi Panel

URAIAN SINGKAT

Aktivitas ini merupakan cara yang baik untuk menstimulasi diskusi dan memberi siswa kesempatan untuk mengenali. menjelaskan. dan mengklarifikasi persoalan sembari tetap bisa berpartisipasi aktif dengan seluruh siswa.

PROSEDUR

  1. Pillhlah sebuah masalah yang akan mengundang minat siswa. Sajikan persoalan Itu agar siswa terstimulasi untuk mendiskusikan pendapat mereka. Sebutkan lima pertanyaan untuk didiskusikan.
  2. Pilihlah empat hingga enam siswa untuk membentuk kelompok diskusi panel. Aturlah mereka dalam formasi semi lingkaran di bagian depan kelas.
  3. Perintahkan siswa yang lain untuk duduk di sekeliling kelompok diskusi pada tiga sisi dalam formasi sepatu kuda.
  4. Mulailah dengan pertanyaan pembuka yang provokatif. Serahkan tanggung jawab diskusi panel kepada kelom­pok inti sedangkan siswa yang lain membuat catatan dalam rangka mempersiapkan giliran diskusi mereka.

Sebagai contoh, beberapa poin yang dapat dikemukakan dalam sebuah diskusi adalah tentang pertanyaan “Apa sajakah pendapat pro dan kontra terhadap rekayasa genetik?”

Pro

  • Ilmu kesehatan telah mencapai tahap yang memungkinkan hal ini, lantas mengapa mesti menolaknya?
  • Ilmuwan akan mampu menghilangkan rasa nyeri dan penderitaan.
    • Orang tua akan bisa menghindari kelahiran bayi yang cacat-lahir.

Kontra

  • Manusia tidak boleh merusak rencana Tuhan.
  • Kelainan genetik akan timbul.
  • Orang tua tidak boleh memutuskan seperti apa anak yang ingin mereka miliki.
  1. Pada akhir periode diskusi yang sudah ditetapkan. pisahkan seluruh kelas menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melanjutkan diskusi tentang pertanyaan yang masih ada.

VARIASI

  1. Baliklah urutannya; mulalah dengan diskusi kelompok kecil dan diikuti dengan diskusi panel.
  2. Perintahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan diskusi.

38. Argumen dan Argumen Tandingan

URAIAN SINGKAT

Kegiatan ini merupakan cara yang sangat bagus untuk menstimulir diskusi dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang persoalan kompleks. Formatnya serupa dengan sebuah debat, namun tidak begitu formal dan berlangsung lebih cepat.

PROSEDUR

  1. Pilihlah sebuah masalah yang memiliki dua sisi atau lebih.
  2. Bagilah kelas menjadi sejumlah kelompok sesual dengan jumlah pendapat yang telah anda nyatakan, dan perintahkan tiap kelompok untuk mengemukakan argumen yang mendukung pihaknya. Doronglah mereka untuk bekerja dengan rekan sebangku atau dalam gugusan kelompok kecil.
  3. Jelaskan bahwa siswa mana saja bisa memulai debat. Setelah seorang siswa memiliki kesempatan untuk mengajukan satu argumen yang mendukung pendapatnya, beri kesempatan untuk munculnya argumen lain atau argumen yang berseberangan dari kelompok lain. Lanjutkan diskusi, lakukan prosesnya dengan cepat.
  4. Akhiri kegiatan ini dengan membandlngkan persoalan menurut pandangan anda Sebagai guru. Beri kesempatan dilakukannya diskusi lanjutan.

VARIASI

  1. Sebagai ganti debat antar kelompok, pasangkan masing-masing siswa dari kelompok yang berbeda dan perintah­kan mereka untuk saling beradu argumentasi. Ini bisa dilakukan secara serentak, dan dengan demikian setiap siswa terlibat dalam perdebatan dalam waktu bersamaan.
  2. Buatlah formasi dua kelompok yang bertentangan agar mereka berhadapan satu sama lain. Ketika satu siswa mengakhiri argumennya, perintahkan agar siswa itu melemparkan suatu benda (misalnya bola atau benda semacamnya) kepada anggota dari pihak yang berlawanan. Siswa yang menangkap benda yang dilemparkan itu harus membantah argumen dari siswa sebelumnya.

39. Membaca Keras-keras

URAIAN SINGKAT

Yang rnengherankan, membaca sebuah teks keras-keras ternyata dapat membantu siswa memfokuskan pikiran. mengajukan pertanyaan, dan menstimulasi diskusi. Strategi Ini agak serupa dengan pelajaran mengkaji kitab suci. Cara ini memililki dampak berupa terfokusnya perhatian dan terciptanya kelompok yang padu.

PROSEDUR

  1. Pilihlah teks yang cukup menarik untuk dibaca keras-keras. Batasi diri anda untuk memilih teks yang berisi kurang dari 500 kata.
  2. Perkenalkan teks itu kepada siswa. Cermati poin-poin atau persoalan utama yang hendak diajukan.
  3. Bagilah teks itu berdasarkan paragrafnya atau dengan cara lain. Tunjuklah sejumlah siswa untuk membaca keras-keras beberapa bagian yang berbeda.
  4. Ketika pembacaan sedang berlangsung. hentikan pada beberapa bagian untuk menekankan poin-poin tertentu, mengajukan pertanyaan, atau memberi contoh. Beri kesempatan untuk melakukan diskusi singkat jika siswa memperlihatkan minat terhadap bagian tertentu. Selanjutnya bahaslah apa yang dimuat dalam teks.

VARIASI

  1. Lakukan pembacaan oleh anda sendiri jika anda merasa hal ini akan meningkatkan cara penyajian teks, atau anda jika meragukan kemampuan baca siswa.
  2. Perintahkan pasangan siswa untuk membacakan sata sama lain, hentikan untuk klarifikasi dan diskusi bila itu dirasa perlu.

40.Pengadilan oleh Majelis Hakim

URAIAN SINGKAT

Tehnik ini memanfaatkan pengadilan bohong-bohongan. lengkap dengan saksi, jaksa penuntut, pembela, anggota pengadilan dan lain-lain. Ini merupakan metoda yang baik untuk memicu “belajar berbeda pendapat”yakni belajar dengan secara efektif mengemukakan sebuah sudut pandang dan menentang pendapat yang sebaliknya.

PROSEDUR

  1. Buatlah dakwaan yang akan membantu siswa mengetahui sisi-sisi yang berbeda dari sebuah persoalan. Contoh-contoh “kejahatan” yang bisa didakwakan kepada seseorang atau kepada suatu benda adalah: orang berpendidikan atau orang biasa yang moralnya bobrok; buku kontroversial; teori yang tidak terbukti; nilal-nilal yang tidak memlliki manfaat; dan proses, hukum, atau institusi yang menyimpang.
  2. Berikan peran kepada siswa. Tergantung pada jumlah siswa, anda dapat menggunakan semua atau beberapa dari peran berikut ini, pembela, saksi meringankan, jaksa penuntut umum, saksi memberatkan, panitera, hakim ketua, dan hakim anggota. Tiap peran bisa diisi oleh satu orang siswa atau satu tim. Anda bisa menetapkan sendiri jumlah majelis hakimnya
  3. Berikan waktu kepada siswa untuk mempersiapkan diri. Ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga satu jam, tergantung pada kerumitan masalahnya.
  4. Laksanakan pengadilan. Pertimbangkan untuk menggunakan aktivitas berikut ini: argumen pembuka, kasus yang diajukan oleh penuntut dan saksi, laporan singkat panitera persidangan, dan argumen penutup.
  5. Lakukan pertimbangan hakim. Ini bisa dilakukan secara terbuka, agar semua siswa bisa mendengar bagaimana bukti ditimbang. Anggota non-hakim bisa diberi tugas untuk mendengarkan berbagai aspek kasus.

VARIASI

  1. Perluas kegiatan dengan pentarafan pengadilan ulang.
  2. Hilangkan pengadilan oleh majelis hakim dan gantikan pengadilan hanya oleh hakim.

Pengajuan Pertanyaan

”Ada pertanyaan?” tanya guru. Seringkali, setelah ditanya seperti itu siswa justru diam. Sebagian guru menganggap diamnya siswa menunjukkan bahwa mereka tidak berrninat Sebagian lain mungkin menyimpulkan bahwa semuanya sudah jelas. Sayangnya. yang sesung-guhnya terjadi ialah bahwa siswa belum siap mengajukan pertanyaan. Strategi-strategi yang berikut ini akan membantu anda mengubah keadaan seperti ini. Siswa akan lebih tertantang untuk membuat pertanyaan karena mereka memlliki kesempatan untuk memahami materi yang diajarkan.

41. Belajar berawal dari Pertanyaan

URAIAN SINGKAT

Proses mempelajari hal baru akan lebih efektif jika si pembelajar dalarn kondisi aktif, bukannya reseptif. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi pembelajaran seperti ini adalah dengan menstimulir siswa untuk rnenyelidiki atau mempelajari sendiri materi pelajarannya, tanpa penjelasan terlebih dahulu dari guru. Strategi sederhana ini menstimulasi pengajuan pertanyaan, yang mana merupakan kunci belajar.

PROSEDUR

  1. Bagikan kepada siswa bahan ajar yang anda pilih sendiri. (Anda dapat menggunakan satu halaman dalam sebuah buku teks, sebagai ganti buku pegangan.) Inti dari pilihan materi anda adalah kebutuhan untuk men­stimulir pertanyaan di pihak pembaca. Sebuah buku pegangan yang menyediakan informasi luas namun tidak memiliki rincian penjelas adalah yang ideal. Grafik atau diagram yang melukiskan sejumlah pengetahuan merupakan pilihan yang baik. Sebuah naskah yang terbuka bagi munculnya bermacam interpretasi juga merupakan pilihan yang balk. Tujuan utamanya adalah memicu keingintahuan.
  2. 2. Perintahkan siswa untuk mempelajari buku pegangan dengan pasangannya. Perintahkan agar masing-masing pasangan sebisa mungkin berupaya memahami buku pegangan dan mengenali apa saja yang tidak mereka paharni dengan menandai dokumen dengan pertanyaan di dekat informasi yang tidak mereka pahami. Anjurkan siswa untuk menyislpkan sebanyak mungkin tanda tanya sesual yang mereka kehendaki. Jika waktunya memungkinkan, bentuklah pasangan-pasangan tersebut menjadi kuartet (kelonipok empat siswa) dan beri waktu bagi tiap pasangan untuk saling membantu.

Seorang guru fisika, misalnya, dapat membagikan sebuah diagram yang menggambarkan bagaimana energi potensial berubah menjadi energi kinetik dengan menunjukkan seorang penerjun sirkus yang melompat dari galah sepanjang 50 kaki Siswa bekerja bersama pasangannya untuk membahas. Iustrasinya dan menentukan pertanyaannya (misalnya, Kapankah pastinya energi potensial menjadi energi kinetik? Apa perbedaan mendasar antara energi kinetik dan potensial?

  1. Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan jawablah pertanyaan-pertanyaan siswa. Anda mengajar melalui jawaban anda atas pertanyaan siswa secara keseluruhan, dan baru kemudian mengajarkan mata pelajaran hari ini, dengan melakukan upaya khusus untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa.

VARIASI

  1. Jika anda merasa bahwa siswa akan kesulitan untuk mempelajari sendiri materi pelajarannya, berikan sejumlah informasi yang mengarahkan mereka atau beri mereka pengetahuan dasar yang diperlukan untuk bisa mengajukan pertanyaan sendiri. Selanjutnya bentuklah kelompok-kelompok belajar.
  2. Mulailah prosedur Ini dengan belajar sendiri-sendin bukannya belajar secara berpasangan.

42. Pertanyaan yang Disiapkan

URAIAN SINGKAT

Tehnik ini memungkinkan anda untuk menyajikan informasi Sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah disiapkan pada siswa yang anda tunjuk. Kendati anda pada kenyataannya memberikan pelajaran yang tersiapkan dengan baik, namun bagi siswa lain (selain siswa yang anda tunjuk) anda tampak hanya melakukan sesi tanya-jawab.

PROSEDUR

  1. Pilihlah pertanyaan yang akan mengarahkan kepada pelajaran anda. Tulislah tiga hingga enam pertanyaan dan urutkan secara logis.
  2. Tulislah masing-masing pertanyaan pada sebuah kartu, indeks dan tulislah isyarat yang akan anda gunakan untuk menandakan bahwa anda ingin agar pertanyaan itu diajukan. Tanda-tanda atau isyarat yang dapat anda gunakan meliputi:
  • menggaruk-garuk hidung anda.
  • melepas kacamata anda.
  • menjentikkan jemari anda.
  • menguap

Kartu instruksinya bisa tampak seperti ini:

  1. Sebelum pelajaran dimulai, pilihiah siswa yang akan mengajukan pertanyaan. Berikan masing-masing satu kartu indeks, dan jelaskan tanda-tanda mereka. pastikan bahwa mereka tidak mengungkapkan kepada siapapun bahwa mereka telah diberi pertanyaan.
  2. Bukalah sesi tanya-jawab dengan mengumumkan topiknya dan berikan isyarat pertama anda. Panggilah siswa yang sudah diberi pertanyaan, jawablah pertanyaan itu. dan kemudian lanjutkan dengan isyarat dan pertanyaan berikutnya.
  3. Sekarang, bukalah kesempatan bagi seluruh siswa untuk mengajukan pertanyaan baru, bukan yang telah diberikan sebelumnya. Anda mesti memastikan adanya beberapa siswa yang tunjuk jari.

VARIASI

  1. Sertakan jawaban atas pertanyaan tersebut pada kertas lipat, transparansi OHP, atau buku pegangan pengajaran yang anda bagikan ketika maslng-masing pertanya dijawab. Ungkapkan secara dramatis jawabannya ketika pertanyaan diajukan.
  2. Berikan pertanyaan yang telah anda perslapkan kepad siswa yang paling sedikit memperlihatkan minat ata yang memperllhatkan sikap peran kurang bersahabat

43. Pertanyaan Pembalikan Peran

URAIAN SINGKAT

Sekalipun anda meminta siswa untuk memikirkan pertanyaannya selama berlangsungnya pelajaran, bukan hanya pada akhir pelajaran, anda mungkm akan mendapatkan tanggapan yang hangat-hangat kuku atau biasa-biasa ketika anda bertanya, “Apakah ada perta­nyaan?” Dengan tehnik ini, anda membalik peran: Anda mengajukan pertanyaan dan siswa berupaya menjawab.

PROSEDUR

1. Susunlah pertanyaan yang akan anda ajukan tentang beberapa materi pelajaran jika anda yang berperan sebagai siswa. Buatlah pertanyaan yang:

  • Berupaya mengklarifikasi rnateri yang sulit atau rumit (misalnya, Tolong anda jelaskan lagi cara untuk­________?”)
  • Membandingkan materi dengan informasi lain (misalnya, “Seperti apa bedanya ini dengan______?”)
  • Menantang pendapat anda (misalnya, “Mengapa hal ini perlu dilakukan? Bukankah hal ini akan menimbulkan banyak kebingungan?”)
  • Meminta contoh tentang gagasan yang tengah dibahas (misalnya. “Bisakah kalian berikan contoh tentang_______?”)
  • Menguji daya terap materi (misalnya, saya menggunakan gagasan ini dalam kehidupan nyata?
  1. Pada awal sesi pertanyaan, umumkan kepada anak-anak bahwa anda akan “menjadi” mereka, dan mereka   bersama akan “menjadi” anda. Lanjutkan pengajuan pertanyaan
  2. Bersikaplah argumentatif, penuh canda, atau apapun untuk memancing mereka agar membombardir dengan banyak jawaban.
  3. Membalikkan peran beberapa kali akan menjadikan siswa slap dan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan mereka sendiri

VARIASI

1.   Sebagai ganti penggunaan tehnik ini pada awal sesi tanya-jawab. baliklah posisinya ketika siswa telah puas dengan pertanyaan.

2.   Ubahlah acaranya menjadi “konferensi media.” Anda menjadi media, yang memperkenalkan diri sebagai “W’ Suditomo dari RCTI” atau semacamnya, dan hujani siswa dengan pertanyaan yang menyelldik, menyerang, atau menjelek-jelekan materi belajar yang dipertanyakan.

Belajar Bersama

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan belajar aktif adalah dengan pemberian tugas belajar yang dilakukan dalam kelompok kecil siswa. Dukungan sesama siswa dan keragaman pendapat, pengetahuan, serta ketrampilan mereka akan membantu menjadikan belajar bersama sebagai bagian berharga dari iklim belajar di kelas anda. Namun demikian, belajar bersama tidaklah selalu berlangsung efektif. Bolehjadi terdapat partisipasi yang tidak seimbang, komunikasi yang buruk, dan kebingungan, bukannya belajar yang sesungguhnya. Strategi-strategi berikut ini dirancang untuk memaksimalkan manfaat dari belajar bersama dan meminimalkan kesenjangan.

44. Pencarian Informasi

URAIAN SINGKAT

Metoda ini bisa disamakan dengan ujian open-book Tim-tim di kelas mencari informasi (biasanya akan diungkap dalam pengajaran ala ceramah) yang menjawab pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Metoda ini sangat membantu menjadikan materi yang biasa-biasa saja menjadi lebih menarik.

PROSEDUR

  1. Buatlah sekumpulan pertanyaan yang dapat dijawab dengah mencari informasi yang bisa ditemukan dalam buku sumber yang telah anda bagikan kepada siswa. Materi surnbernya bisa mencakup:
  2. Bagikan pertanyaan-pertanyaan tentang topiknya.
  3. Perintahkan siswa untuk mencari informasi dalam tim kecil. Kompetisi yang bersahabat bisa diwujud untuk mendorong partipasi.
  4. Bahaslah jawabannya di depan kelas. Perluaslah jawabnya guna  memperluas cakupan pembelajaran.
  • Buku pegangan
  • Dokumen.
  • Buku teks.
  • Panduan referensi
  • Informasi yang diakses melalui komputer.
  • Artifak.
  • Peralatan “berat: (misalnya mesin)

VARIASI

  1. Buatlah pertanyaan yang mendorong siswa untuk menyimpulkan jawaban dan informasi sumber yang tersedia. Bukannya menggunakan pertanyaan yang bisa dijawab langsung dengan mencari informasinya.
  2. Sebagai ganti pencarian jawaban, berikan siswa tugas yang berbeda semisal problema kasus untuk dipecahkan, sebuah latihan yang mengharuskan mereka mencocokkan butir-butir, atau sejumlah kata yang diaduk-aduk yang menjelaskan istilah penting yang terkandung dalam informasi sumber jika bisa diurutkan dengan benar.

45. Kelompok Belajar

URAIAN SINGKAT

Metoda ini memberi siswa tanggung jawab untuk mempelajari materi pelajaran dan menjabarkan isinya dalam sebuah kelompok tanpa campur tangan guru. Tugas yang diberikan mesti jelas betul untuk memastikan bahwa sesi belajar yang dihasilkan akan efektif dan kelompok bisa mengatur diri mereka sendiri.

PROSEDUR

  1. Beri siswa materi pelajaran yang pendek dan terformat dengan baik; naskah singkat; grafik atau diagram yang menarik. Perintahkan mereka untuk membacanya dalam hati. Kelompok belajar akan bekerja sangat baik bila materinya cukup menantang atau terbuka bagi munculnya bermacam interpretasi.
  2. Bentuklah sub-sub kelompok dan beri mereka ruang yang tenang untuk melaksanakan sesi belajar mereka.
  3. Berikan petunjuk yang jelas yang memandu siswa untuk belajar dan menjelaskan materinya dengan cermat. Sertakan arahan semacam ini:
  • Jelaskan isinya.                              .
  • Buatlah contoh, ilustrasi, atau penerapan informi atau gagasan itu.
  • Kenali hal-hal yang membingungkan atau  tidak kalian setujui.
  • Bantahlah apa yang ada dalam teks, buatlah sudut pandang yang bertentangan.
  • Nilailah seberapa balk kalian memahami materinya.

Berikut adalah salah satu contohnya:

Langkah-langkah Penyadaran Serangan Jantung (CPR)

  1. Perhatikan keadaan.
  2. Periksa ketidakresponsifannya
  3. Carilah bantuan.
  4. Bukalah saluran pernafasan.
  5. Lihat, dengarkan, dan rasakan pernafasan si korban.
  6. Berikan napas bantuan dua kali.
  7. Periksa denyut nadi.
  8. Lakukan penekanan dada sebanyak 15 kali (jika korbannya dewasa), dan kemudian berikan nafas bantuan dua kali.
  9. Ulangi tiga kali.
  10. Periksa kembali denyut nadinya. Jika tidak ada, kembali ke langkah d.

Diskusikan tiap langkah.

Berikan ilustrasi dari tiap langkah.

Langkah manakah yang kalian ingin saya menjelaskan atau mempraktikannya?

Berikut ini adalah contoh yang lain:

Dasar-dasar Impresionisme

A.    Impersonalitas:

Si seniman memang tidak tertarik dengan subyeknya dan menciptakan gambar tanpa melibatkan perasaannya.

Diskusikan.

Berikan contoh.

Seberapa baik anda memahami konsep ini? 1,2,3,4,5

B. Cahaya: Seniman berupaya menciptakan ilusi bentuk-bentuk yang bermandikan cahaya dan atmosfer, yang mana memerlukan pengkajian cahaya sebagai sumber warna.

Diskusikan.

Berikan contoh.

Seberapa baik anda memahami konsep ini?

C.  Persepsi: Seniman mencatat sensasi warnan sendiri. bukannya menggambar dan sebagaimana kita melihatnya dengan mata.

Diskusikan.

Beri contohnya

Seberapa baik anda memahami konsep ini?

  1. Berikan tugas kepada anggota kelompok, misalnya Sebagai fasilitator. pengatur waktu. pencatat atau juru bicara (baca “Sepuluh Alternatif dalam Memilih Ketua Kelompok dan Mengisi Tugas Lain,” halaman 33).

5.    Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan lakukan salah satu atau beberapa hal berikut ini:

  • Membahas materi secara bersama.
  • Beri siswa pertanyaan kuis.
  • Dapatkan pertanyaannya.balik
  • Perintahkan siswa untuk menilai seberapa mereka memahami materi.
  • Sediakan latihan penerapan atau kuls bagi siswa untuk menguji pemahaman mereka

VARIASI

  1. Jangan membentuk sub-sub kelompok. Baca keras materinya bila seluruh siswa sedang dalam semangat “kelompok kajian kitab sucl.” Hentikan membacanya untuk kemudian menjawab pertanyaan siswa, mengalukan pertanyaan anda sendiri, atau menjelaskan naskahnya.
  2. Jika jumlah siswanya cukup besar, buatlah empat atau enam kelompok belajar. Pasangkan kelompok-kelompok belajar itu dan mintalah mereka untuk membandingkan catatan dan membantu satu sama lain..

46. Pemilahan Kartu

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan aktivltas kerjasama yang bisa digunaka untuk mengajarkan konsep, karakteiistik klasifikasi fakta tentang benda, atau menilai informasi. Gerak fisik yang ada dl dalammnya dapat membantu menggairah-kan siswa yang merasa penat.

PROSEDUR

  1. Beri tiap siswa kartu indeks yang berisi Informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau beberapa ketegori. Berikut adalah beberapa contohnya:
  • Jenis-jenis pohon vs jenis-jenis tumbuhan hijau.
  • Karakter dalain berbagai drama Shakespeare.
  • Kekuasaan lembaga eksekutif, leglslatif. dan yudikatif pemerintah.
  • Gejala-gejala dari beragam penyaklt.
  • Informasi yang cocok dengan berbagai bagian re­sume kerja
  • Karakteristik dari berbagai logam.
  • Kata benda. kata kerja. kata keterangan, preposis
  • Buku-buku karya Dickens, Faulkner, Herningway dan Updike.
  1. Perintahkan siswa untuk berkeliling ruangan dan mencari siswa lain yang kartunya cocok dengan yang sama. (Anda dapat mengumurnkan kategorinya cebelumnya atau biarkan siswa menemukannya sendiri)
  2. Perintahkan para siswa yang kartunya memiliki kategori sama untuk menawarKan diri kepada siswa lain.
  3. Ketika tiap kategori ditawarkan, kemukakan poin-poln nengajaran yang menurut anda penting.

VARIASI

  1. Perintahkan tiap kelompok untuk membuat presentasi pengajaran tentang kategorinya.
  2. Pada awal kegiatan, bentuklah tim. Berikan tiap tim satu dus kartu. Pastikan bahwa mereka mengocoknya agar kategori-kategori yang cocok dengan mereka tidak jelas di mana letaknya. Perintahkan tiap tim untuk memilah-milah kartu menjadi sejumlah kategori. Tiap tim bisa mendapatkan skor untuk jumlah kartu yang dipilih dengan benar.

47. Turnamen Belajar

URAIAN SINGKAT

Tehnik Ini merupakan versi sederhana dari ”Turnamen permainan-tim,” yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya. Tehnik ini menggabungkan kelompok belajar dan kompetisi tim, dan bisa digunakan untuk meningkatkan pembelajaran beragam fakta. konsep, dan ketrampilan.

PROSEDUR

  1. Bagilah siswa menjadi sejumlah tim beranggotakan 2 hingga 8 siswa. Pastikan bahwa tim memlliki jumlah yang sama. (Jika ini tidak bisa dilakukan. anda harus merata-ratakan skor dari tiap tim.)
  2. Berikan materi kepada tim untuk dipelajari bersama.
  3. Buatlah beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman dan/atau penglngatan akan materi pelajaran. Gunakan format yang memudahkan penilaian sendlri. misalnya pllihan ganda, mengisi titik-tltik. benar/salah, atau definisi istilah. Dalam pelajaran komputer. misalnya. siswa diberi sejumlah istilah seperti yang berikut ini untuk dipelajari:

Cascade :  Cara menata jendela yang terbuka.

Icon :  Gambar grafis yang mewakili unsur program.

Multitasking :  Kernampuan komputer untuk menjalankan lebih dari satu program secara bersamaan.

Path :   Lokasi file dalam cabang direktori.

Server :   Sebuah komputer yang menyediakan ruang data atau printer bagi komputerkomputer   lain.

Attribute :   Informasi tentang file.

  1. Berikan sebaglan pertanyaan kepada siswa. Sebutlah ini sebagai “ronde satu” dari tumamen belajar. Tiap siswa harus menjawab pertanyaan secara perseorangan.
  2. Setelah pertanyaan diajukan, sediakan jawabannya dan perintahkan siswa untuk menghitung jumlah pertanyaan yang mereka jawab dengan benar. Selanjutnya perintahkan mereka untuk menyatukan skor mereka dengan tiap anggota tim mereka untuk mendapat skor tim. Umumkan skor dari tiap tim.
  3. Perintahkan mereka untuk belajar lagi untuk ronde kedua dalam tumamen. Kemudian ajukan pertanyaan tes lagi sebagai bagian dari “ronde kedua.” Perintahkan tim untuk sekali lagi menggabungkan skor mereka dan menambahkannya ke skor mereka di ronde pertama.
  4. Anda bisa membuat ronde sebanyak yang anda mau, namun pastikan nntuk memberi kesempatan tim untuk nienjalani sesi belajar antar masing-masing ronde.(Lamanya tumamen belajar juga bisa bervariasi. Bisa singkat selama dua puluh menit atau bahkan beberapa jam.)

VARIASI

  1. Beri penaiti kepada siswa yang memberi jawaban salah dengan memberi mereka skor minus 2 atau minus 3. Jika mereka tidak yakin dengan jawabannya, lembar jawaban kosong bisa dianggap 0 (nol).
  2. Jadikan pemeragaan sejumlah ketrampilan dasar turnamen

48. Kekuatan Dua Orang

uraian singkat

Aktivitas ini digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan menegaskan manfaat dari sinergi yakni, bahwa dua kepala adalah lebih baik daripada satu.

PROSEDUR

  1. Berikan siswa satu atau beberapa pertanyaan yang memerlukan perenungan dan pemikiran. Berikut adalah beberapa contohnya:
  • Bagaimanakah tubuh kita mencema makanan?
  • Apakah pengetahuan itu?
  • Apa “proses yang seharusnya” Itu?
  • Bagaimana kemiripan otak manusia dengan komputer?
  • Mengapakah hal-hal buruk kadang terjadi pada orang-orang baik?
  1. Perintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan secara perseorangan.
  2. Setelah semua siswa menyelesaikan jawaban mereka, Aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan “mereka untuk berbagi jawaban satu sama lain.
  3. Perintahkan pasangan untuk membuat jawaban baru bagi tiap pertanyaan, memperbaiki tiap jawaban perseorangan.
  4. Bila semua pasangan telah menuliskan jawaban baru bandingkan jawaban dari tiap pasangan dengan pasangan lain di dalam kelas.

VARIASI

  1. Perintahkan seluruh siswa untuk memlih jawaban terbaik untuk tiap pertanyaan.
    1. Untuk menghemat waktu, berikan pertanyaan khusus kepada pasangan tertentu. Bukannya memerintahkan  semua pasangan menjawab semua pertanyaan.

49. Kuis Tim

URAIAN SINGKAT

Tehnik tim ini dapat meningkatkan rasa tanggungjawab siswa atas apa yang mereka pelajari dengan cara yang menyenangkan dan tidak mengancani atau tidak membuat mereka takut.

PROSEDUR

  1. Pilihlah topik yang bisa disajikan dalam tiga segmen.
  2. Bagilah siswa menjadi tiga tim.
  3. Jelaskan format pelajaran dan mulailah penyajian materinya. Batasi hingga 10 menit atau kurang dari itu.
  4. Perintahkan Tim A untuk menyiapkan kuls jawaban singkat. Kuis tersebut harus sudah siap dalam tidak lebih dari 5 menit. Tim B dan C menggunakan waktu ini untuk memeriksa catatan mereka.
  5. Tim A memberi kuis kepada anggota Tim B. Jlka Tim B tidak dapat menjawab satu pertanyaan, Tim C segera menjawabnya.
  6. Tim A mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada aggota Tim C, dan mengulang proses tersebut.
  7. Ketika kuisnya selesai, lanjutkan dengan segmen kedua dari pelajaran anda, dan tunjuklah Tim B sebagai Pandu kuis.
  8. Setelah Tim B menyelesaikan kuisnya, lanjutkan dengah segmen ketiga dari pelajaran anda. dan tunjuk Tim C sebagai pemandu kuis.

VARIASI

  1. Berikan tim pertanyaan kuis yang telah dipersiapkan yang darinya mereka memilih kapan  mereka mendapat giliran menjadi pemandu kuis.
  2. Berikan satu penyajian materi secara kontinyu. Bagilah siswa menjadi dua tim. Pada akhir pelajaran, perintahkan dua tim untuk saling memberi kuis.

Pengajaran sesama siswa

Sebagian pakar percaya bahwa sebuah mata pelajaran haru benar-benar dikuasai ketika si pembelajar mampu mengajarkannya kepada orang lain. Pengajaran sesama siswa memberi siswa kesempatan untuk mempelajari sesuatu dengan balk dan, sekaligus, menjadi narasumber bagi satu sama lain. Strategi-strategi yang berikut ini merupakan cara praktis untuk mengadakan pengajaran sesama siswa di kelas. Strategi ini juga memungkinkan guru untuk memberi tambahan. bila dirasa perlu, pada pengajaran yang dilakukan oleh siswa”.

50. Pertukaran Kelompok dengan Kelompok

URAIAN SINGKAT

Dalam strategi ini, tugas-tugas yang berbeda diberlkan kepada kelompok siswa yang berbeda. Setiap kelompok “mengajarkan” kepada siswa lain apa yang ia pelajari.

PROSEDUR

  1. Pllihah topik yang mencakup gagasan. kejadian, pendapat, konsep atau pendekatan yang berbeda. Topik Itu haruslah topik yang mendukung pertukaran pendapat atau informasi (Sebagai ganti debat). Berikut adalah beberapa contohnya:
  • Dua pertempuran terkenal selama Perang Saudara (diAmerika).
  • Gagasan dari dua atau beberapa penults.
  • Tahap-tahap perkembangan anak.
  • Beragam cara untuk meningkatkan gisi.
  • Beragam sistern operasi untuk komputer.
  1. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan. Pada umumnya  kegiatan Ini cocok untuk dua hingga empat kelovw Berikan waktu yang mencukupi kepada tiap kelompok  untuk menyiapkan cara mereka menyajikan topik yang ditugaskan kepada mereka. Sebagai contoh, satu kelompok dapat menyajikan sebuah buku karya James Baldwin, dan kelompok berikutnya dapat menyajikan buku karya Toni Morrison.
  2. Bila tahap persiapan sudah selesai, perintahkan kelornpok untuk memilih juru bicara. Undang tiap juru hicara untuk memberikan presentasi kepada kelompok lain.
  3. Setelah presentasi singkat, doronglah siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang pendapat presenter atau menawarkan pendapat mereka sendirl. Beri kesempatan anggota lain dari kelompok si juru bicara untuk member! tanggapan.
  4. Lanjutnya presentasi kelompok lain agar tiap kelompok berkesempatan memberikan informasi dan menjawab serta menanggapi pertanyaan dan komentar audiens. Perbandingkan dan perbedaan pendapat dan informasi yang dipertukarkan. Sebagai contoh, seorang guru melakukan pembandingan antara dua negara sebagaimana disebutkan dalam tugas, dengan menggunakan metoda ini. Satu kelompok diberi tugas mempelajari Costa Rica (yang dikenal sebagai kota negara yang damai) dan kelompok lain diberi tugas mempelajari El Salvador (yang belakangan ini dilanda perang saudara). Setelah maslng-masing kelompok menyajikan budaya dan sejarah negara-negara tersebut, selanjutnya dilakukan diskusi untuk menganalisa mengapa dua negara bertetangga itu memiliki pengalaman yang sebegitu berbeda.

VARIASI

  1. Perintahkan kelompok untuk melakukan pembahasan menyeluruh sebelum memberikan presentasi.
  2. Gunakan format diskusi panel untuk tiap presentasi kelompok.