76. Pemberi Peran

URAIAN SINGKAT

Dalam strategi ini, siswa mendapatkan peran seseorang yang pekerjaannya mereka pelajari. Siswa diberikan tugas praktik nyata dengan terlebih dahulu diberi sedikit instruksi, dan belajar “dengan mengerjakan.”

PROSEDUR

  1. Pilihian peran yang anda ingin siswa peragakan. Berikut adalah beberapa contohnya:

Saya adalah            walikota

Pelancong (ke negara lain)

Penyunting

Sejarawan

Ilmuwan

Pelamar kerja

Pemilik usaha

Peneliti

Wartawan

  1. Siapkan instruksi tertulis yang menjelaskan satu atau berapa tugas yang bisa diberikan pada peran itu. Sebagai contoh, seorang walikota dapat diminta untuk mengajukan program kerja kepada dewan kota.
  2. Pasangkan siswa dan berikan tugas pada tiap pasangan. Beri mereka alokasi waktu untuk menyelesaikan tugas itu. Sediakan materi rujukan untuk membantu dalam mengerjakan tugas itu.
  3. Perintahkan siswa untuk kembali ke possil semula mendiskusikan tugas itu.

VARIASI

  1. Ijinkan siswa untuk meninggalkan ruang kelas dan mendapatkan pelatihan dari rekan karyawan yang dapat bertindak selaku narasumber bagi mereka.
  2. Perintahkan siswa untuk mengerjakan tugas Itu sendiri tanpa dukungan dari pasangannya.

77. Para Bola

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan cara dramatis dalam mempraktikkan ketrampilan kerja. Cara ini menempatkan siswa dalam situasi sulit yang harus mereka jelaskan cara mengatasinya.

PROSEDUR

  1. Pilihlah situasi yang lazim terjadi pada tugas yang tengah dipelajari oleh siswa. Contoh-contohnya meliputi:
  • Memimpin pertemuan
  • Memberikan tugas kepada kaiyawan
  • Mendapatkan tugas dari manajer
  • Membuat presentasi
  • Memberikan laporan kepada manajer
  • Berbicara kepada pelanggan
  1. Rekrutlah beberapa siswa untuk menjadi relawan yang mau memerankan lakon dalam situasi tertentu. Pastikan untuk menjelaskan situasinya secara rinci.
  2. Bagikan instruksinya kepada siswa lain yang mengrahkan mereka untuk melemparkan bola kepada siswa lawan. Sebutlah beberapa tindakan yang bisa diambil untuk memberi kesulitan kepada relawan dalam mengatasi situasi itu. Jangan memperlihatkan instruksi “lemar-bola” itu kepada siswa relawan. Sebagai contoh, dalam sebuah wawancara, kerja pelamar bisa saja diminta untuk mengungkapkan informasimasi pribadinya (yang mana hal ini tidak dibenarkan) Pelamar perlu memutuskan cara menanggapi permintaan itu.
  3. Beri kesempatan kepada relawan untuk menepat situasi itu. Beri tepuk tangan atas usahanya. Diskusikan cara-cara untuk mengatasi kejadian-kejadian yang  tak terduga dengan seluruh siswa.
  4. Rekrutlah relawan baru dan berikan tantangan berbeda kepada mereka.

VARIASI

  1. Perintahkan siswa untuk memilih “lemparan-bola” mereka sendiri untuk diarahkan kepada relawan.
  2. Sebagai alternatif dari penggunaan relawan, peragakan sendiri oleh anda cara menangkap “lemparan-bola” dari siswa.

78. Kelompok Penasehat

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan strategi untuk mendapatkan umpanbalik selama berlangsungnya pelajaran multisesi. Acapkali, guru meminta umpanbalik siswa setelah pelajaran selesai, dan ini tentunya terlalu terlambat untuk melakukan penyesuaian.

PROSEDUR

  1. Seusai pelajaran, tetapkan kapanwaktunyaandaakan meniinta umpan balik dari siswa.
  2. Perintahkan sekelompok kecil siswa relawan untuk bertemu dengan anda. Katakan kepada mereka bahwa tugas mereka adalah meminta tanggapan dari siswa lain sebelum waktu pertemuan.
  3. Gunakan pertanyaan-pertanyaan seperti yang berikut ini:
  • Hal-hal apa saja yang bermanfaat? Dan yang tidak berrnanfaat?
  • Bagian mana yang belum jelas?
  • Apa yang dapat membantu kalian untuk bisa mempelajari dengan lebih baik?
  • Apakah kalian siap untuk beranjak ke materi baru?
  • Apakah materi saya memiliki kaitan erat dengan kehidupan kalian?
  • Apa lag yang kalian inginkan dari pelajara berikutnya?
  • Apa yang tidak begitu kalian inginkan?
  • Apa yang kalian ingin lanjutkan?

VARIASI

  1. Cobalah strategi mengajar dengan “kelompok penasehat” yang anda rencanakan untuk digunakan selama pelajaran. Mintalah tanggapan.
  2. Gunakan alternatif lain untuk mendapatkan umpan balik, misalnya survei reaksi pasca-pertemuan atau survei lisan mengenal tanggapan siswa.

Bagaimana Menjadi Belajar

Tidak Terlupakan

Sebagian guru mengajar hingga batas akhir masa sekolah, semester, atau bidang studi. Mereka mungkin beranggapan bahwa pada saat-saat akhir mereka dapat menjejalkan lebih banyak informasi dan menyelesaikan topik dan materi yang niasih dalam agenda mereka.

Makna dari “menyelesaikan” matapelajaran masih perlu dipertanyakan, karena adakalanya guru hanya sekadar menyelesaikan materi yang masih tersisa. Memaksakan diri untuk mengajar hingga batas akhir seringkali berakibat pada terjadinya pengajaran yang tidak tertata, ada yang terlewatkan. atau ada yang masih belum jelas. Sebaliknya, bila kegiatan belajar bersifat aktif, ada peluang untuk terjadinya pemahaman. Bila kita menyediakan waktu untuk memantapkan apa yang telah dipelajari, maka ada peluang untuk terjadinya pengingatan.

Pikirkanlah apa yang terjadi bila anda bekerja keras menggunakan komputer, mencari informasi, memecahkan masalah. dan menyusun konsep namun, anda lupa menyimpan hasil pekerjaan anda. Tentu saja, semua pekerjaan anda akan hilang sia-sia. Demikian pula, hasil pembelajaran dapat menghilang bila siswa tidak diberi kesempatan untuk menyimpannya.

Di samping menyimpan apa yang lelah dipelajari, penting pula untuk menikmatinya. Seperti halnya pengalaman, pembelajaran akan dapat dinikmati bila ada kesempatan untuk mengingatnya dan memberinya sentuhan akhir yang menyentuh perasaan. Sebagaimana yang telah kita bicarakan tentang “hidangan pembuka” dan “entri” dari kegiatan belajar aktif, sekarang yang akan kita bahas adalah “hidangan penutup.”

Ada banyak tindakan positif yang bisa kita ambil untuk menciptakan penutup mata pelajaran yang bermakna dan, barangkali, tak terlupakan. Di bagian ini kami akan mernbahasnya dalam empat kategori.

  1. Strategi Peninjauan Kembali: Bagian ini membahas cara-cara untuk membantu siswa mengingat apa yang telah mereka pelajari dan menguji pengetahuan dan kemampuan mereka yang sekarang. Anda akan menjumpai strategi peninjauan kembali yang menarik bagi siswa dan membantu “menyimpan” pembelajaran yang telah mereka terima.
  2. Penilaian-Sendiri: Bagian ini membahas cara-cara untuk membantu siswa menilai apa yang kini mereka ketahui, apa yang kini dapat mereka kerjakan, dan sikap apa yang sekarang mereka pegang. Anda akan menjum­pai strategi penilaian yang membantu siswa mengevaluasi kemajuan mereka.
  3. Perencanaan Masa Depan: Bagian ini membahas cara-cara untuk membantu siswa mempertimbangkan apa yang akan mereka lakukan dalam rangka menerapkan hal-hal yang telah mereka pelajari. Anda akan mendapati strategi perencanaan masa depan yang menghadapkan siswa pada fakta bahwa kegiatan belajar mereka tidak berhenti di ruang kelas.
  4. Ucapan perpisahan: Bagian ini membahas cara-cara untuk membantu siswa mengenang pengalaman mereka bersama-sama dan mengungkapkan apresiasi mereka. Anda akan mendapati strategi-strategi yang membantu menghadirkan bagian penutup pelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengucapkan perpisahan.

Strategi Peninjauan Kembali

Salah satu cara yang pasti untuk membuat penibelajaran tetap melekat dalam pikiran adalah dengan mengalokasikan waktu untuk meninjau kembali apa yang telah dipelajari. Materi yang telah dibahas oleh siswa cenderung lima kali lebih melekat di dalam pikiran ketimbang materi yang tidak. Itu karena pembahasan kembali memungkinkan siswa untuk memiklrkan kembali infonnasi tersebut dan menemukan cara untuk menyimpannya di dalam otak.

Yang berikut ini merupakan serangkaian strategi untuk mendukung peninjauan kembali. Selain menjadi aktif, strategi ini menjadikan peninjauan kembali sebagai aktivitas yang menyenangkan.

79. Pencocokan Kartu Indeks

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan cara aktif dan menyenangkan untuk meninjau ulang materi pelajaran. Cara ini memungkinkan siswa untuk berpasangan dan memberi pertanyaan kuis kepada temanya.

PROSEDUR

  1. Pada kartu Indeks yang terpisah, tulislah pertanyaan tentang apapun yang diajarkan di kelas. Buatlah kartu pertanyaan dengan jumlah yang sama dengan setengah jumlah siswa.
  2. Pada kartu yang terpisah, tulislah jawaban atas masing-masing pertanyaan itu.
  3. Campurkan dua kumpulan kartu itu dan kocoklah beberapa kali agar benar-benar tercampur aduk.
  4. Berikan satu kartu untuk satu siswa. Jelaskan bahwa ini merupakan latihan pencocokan. Sebagian siswa mendapatkan pertanyaan tinjauan dan sebagian mendapatkan kartu jawabannya.
  5. Perintahkan siswa untuk mencari kartu pasangan mereka. Bila sudah terbentuk pasangan, perintahkan siswa yang berpasangan itu untuk mencari tempat duduk bersama. (Katakan pada mereka untuk tidak mengungkapkan kepada pasangan lain apa yang ada di kartu mereka).
  6. Bila semua pasangan yang cocok telah duduk bersama, peritahkan tiap pasangan untuk memberikan kuis kepada siswa yang lain dengan membacakan keras-keras pertanyaan mereka dan menantang siswa lain untuk memberikan jawabannya.

VARIASI

  1. Susunlah kartu yang berisi sebuah kalimat dengan beberapa kata yang dihilangkan untuk dicocokkan dengan kartu yang berisi kata-kata yang hilang itu— misalnya, “Presiden merupakan _____ angkatan bersenjata. (panglima tertinggi).
  2. Buatlah kartu yang berisi pertanyaan-pertanyaan dengan beberapa kemungkinan jawabannya—misalnya, “Apa sajakah cara-cara untuk meredam konflik?” Cocokkan kartu-kartu itu dengan kartu yang berisi kumpulan jawaban yang relevan. Ketika tiap pasangan memberikan kuis kepada kelompok, perintahkan mereka untuk mendapatkan beberapa jawaban dari siswa lain.

80. Peninjauan-Ulang Topik

URAIAN SINGKAT

Strategi ini memberi siswa tantangan untuk mengingat apa yang telah dipelajari dalam tiap topik atau unit matapelajaran. Ini merupakan cara yang bagus untuk membantu siswa meninjau-ulang materi yang telah anda bahas.

PROSEDUR

  1. Pada akhir pelajaran, berikan siswa sebuah daftar topik yang telah anda bahas. Jelaskan bahwa anda ingin mengetahui apa yang mereka ingat tentang topik-topik itu dan apa saja yang telah mereka lupakan. Usahakan agar suasananya tetap santal agar mereka tidak merasa terancam oleh aktivitas itu.
  2. Perintahkan siswa untuk mengingat hal-hal seputar topik yang telah dibahas dan hal-hal lain yang rnasih mereka ingat. Ajukan pertanyaan semisal:
  • Mengacu kepada hal apakah topik ini?
  • Mengapa topik ini penting?
  • Siapa dapat memberi saya contoh tentang apa V kita pelajari dalam topik ini?
  • Nilal-nilai apakah yang kalian dapatkan dari ini ?
  • Pengalaman belajar apa sajakah yang kita dapatkan dari topik ini.

Jika tidak banyak yang diingat, olok-oloklah daya ingat baik secara bergurau. atau salahkan diri anda karena tak bisa menjadikan topik itu sebagai sesuatu yang tak terlupakan.”Urutkan pengajuan pertanyaan itu secara kronologis  hingga anda menyinggung semua materi yang pernah dibahas(atau lakukan selama waktu anda mencukupi).

Waktu anda membahas isinya, buatlah pernyataan nenyimpul sesuai dengan yang anda kehendaki.

VARIASI

  1. Sebagai alternatif dari penggunaan proses diskusi satu kelas penuh, perintahkan pasangan atau sub-sub kelompok untuk saling berdiskusi.
  2. Jika hanya ada sepuluh siswa, atau bahkan kurang, perintahkan mereka untuk berkumpul di sekeliling sebuah daftar topik pelajaran pada papan tulis dan melakukan peninjauan ulang atas materi yang sudah dibahas. Agar tidak terkesan bahwa peninjauan-ulang itu merupakan tes, cobalah anda meninggalkan ruangan sewaktu prosesnya sedang berlangsung. Ini akan mem-berdayakan siswa untuk menggunakan waktu secara tepat.

81. Memberikan Pertanyaan dan Mendapatkan Jawaban

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan strategi pernbentukan-tim untuk melibatkan siswa dalam peninjauaan kembali materi pada pelajaran sebelumnya atau pada akhir pelajaran.

PROSEDUR

  1. Berikan dua kartu Indeks kepada masing-niasing siswa.
  2. Perintahkan tiap siswa untuk melengkapl kalimat berikut ini:

Kartu 1: Saya masih memiliki pertanyaan tentang _______________

Kartu 2: Saya bisa menjawab pertanyaan tentang  ­­­­­­­­_______________

  1. Buatlah sub-sub kelompok dan perintahkah tiap kelompok untuk memilih “pertanyaan paling relevan untuk diajukan” dan “pertanyaan paling menarik untuk dijawab” dari kartu anggota kelompok mereka.
  2. Perintahkan tiap sub-kelompok untuk melaporkan pertanyaan untuk diajukan” yang ia pilih. Pastikan apakaha ada siswa yang dapat menjawab pertanyaan itu. Jika tidak, guru harus menjawabnya.
  3. Perintahkan tiap kelompok untuk melaporkan “pertanyaan untuk dijawab” yang ia pilih. Perintahkan anggota sub-sub kelompok untuk berbagi jawaban dengan siswa yang lain.

VARIASI

  1. Siapkan terlebih dahulu beberapa kartu pertanyaan, dan bagikan kepada sub-sub kelompok. Perintahkan sub-sub kelompok untuk memilih satu atau beberapa per­tanyaan yang dapat mereka jawab.
  2. Siapkan terlebih dahulu beberapa kartu jawaban dan bagikan kepada sub-sub kelompok. Perintahkan sub-sub kelompok untuk memilih satu atau beberapa jawab­an yang menurut mereka membantu dalam meninjau kembali apa yang telah mereka pelajari

82. Teka-teki Silang

URAIAN SINGKAT

Menyusun tes peninjauan kembali dalam bentuk tek teki silang akan mengundang minat dan Partisipasi siswa. Teka-teki silang bisa diisi secara perseorangan atau kelompok.

PROSEDUR

  1. Langkah pertama adalah dengan menjelaskan beberapa istilah atau nama-nama penting yang terkait dengan matapelajaran yang telah anda ajarkan.
  2. Susunlah sebuah teka-teki silang sederhana, dengan menyertakan sebanyak mungkin unsur pelajaran. (Catatan: Jika terlalu sulit untuk membuat teka-teki silang tentang apa yang terkandung dalam pelajaran, sertakan unsur-unsur yang bersifat menghibur, yang tidak mesti berhubungan dengan pelajaran. sebagai selingan)
  3. Susunlah kata-kata pemandu pengisian teka-teki silang anda. Gunakan jenis yang berikut ini:
  • Definisi singkat (“sebuah tes untuk menentukan sebuah reliabilitas”)
  • Sebuah kategori yang cocok dengan unsumya (Jenis gas”)
  • Sebuah contoh (“…undang-undang adalah contohnya)
  • Lawan kata (“lawan kata demokrasi”)
  1. Bagikan teka-teki itu kepada siswa, baik secara perseorangan maupun kelompok.
  2. Tetapkan batas waktunya. Berikan penghargaan kepada /ini individu atau tim yang paling banyak memiliki jawaban benar.

VARIASI

  1. Perintahkan seluruh kelompok untuk bekerjasama dalam mengisi teka-teki silang tersebut.
  2. Sederhanakan teka-teki itu dengan menetapkan satu kata yang merupakan kunci dari pelajaran. Tuliskan dalam kotak mendatar. Gunakan kata yang menunjukkan unsur-unsur lain dalam pelatihan dan cocokan secara menurun agar membentuk kata kunci.

83. Meninjau Kesulitan pada Materi   Pelajaran

URAIAN SINGKAT

Strategi ini dirancang seperti tayangan permainan TV— Jawaban diberikan terlebih dahulu, dan tantangannva adalah mengajukan pertanyaan yang cocok atau benar Format Ini bisa dengan mudah digunakan sebagai tinjauan tentang materi pelajaran..

PROSEDUR

  1. Buatlah tiga hingga enam kategori pertanyaan tinjauan. Gunakan salah satu dari beberapa kategori umum ini
  • Konsep atau Gagasan
  • Fakta
  • Ketrampilan
  • Nama

Atau buatlah kategori berdasarkan topiknya. Sebag contoh, pelajaran bahasa Perancis mungkin melibatk topik semisal, buton, angka. dan wama.

  1. Buatlah setidaknya tiga jawaban (dan pertanyaan yang terkait) per kategori. Sebagai contoh, jawaban “Angggur berwama ini biasanya dihidangkan dalam temperatur ruangan” bisa dicocokan dengan pertanyaan “Minuman Rouge itu apa sih? Kita tidak perlu memiliki jumlah  pertanyaan dan jawaban yang sama dalam tiap kategori, namun kita harus menyusun pertanyaan dan jawaban dengan derajat kesulitan yang terus meningkat.
  2. Perlihatkan papan permainan peninjauan kembali pada selembar kertas besar dan tebal. Umumkan kategorinya dan nilal poinnya untuk tiap kategori. Berikut adalah papan permainan sampel:

Bulan                Warna                                      Angka

10 poin             10 poin                         10 poin

20 poin             20 poin                         20 poin

30 poin             30 poin                         30 poin

  1. Bentuklah tim beranggotakan tiga hingga enam orang siswa dan sediakan kartu penjawab untuk tiap tim. Jika memungkinkan, buatlah kelompok dengan beragam tingkat ketrampilan atau pengetahuan.
  2. Perintahkan tim untuk memilih kapten dan pencatat nilai tim.
  • Kapten tim mewakili tim. la merupakan satu-satu-nya yang bisa mengacungkan kartu penjawab dan memberikanjawabannya. Kapten tim harus berun-ding dengan tim sebelum memberikan jawaban.
  • Pencatat nilai bertanggungjawab menambahkan dan mengurangi nilai untuk tim mereka.

Catalan; Sebagai moderator permainan, anda bertang­gungjawab mencermati pertanyaan mana saja yang telah diajukan. Ketika tiap pertanyaan diajukan, beri tanda silang pada papan permainan. Berikan tanda centang pada pertanyaan yang sulit dijawab oleh siswa. Anda bisa kembali kepada pertanyaan ini bila permainan selesai.

Tinnjaulah beberapa aturan permainan berikut ini:

  • Kapten tim yang memegang kartu penjawab pertama mendapatkan kesempatan untuk menjawab.
  • Semua jawaban harus diberikan dalam bnetuk pertanyaan.
  • Jika jawaban yang diberikan benar, nilal untuk kategorinya akan diberikan. Jika jawaban tidak benar, nilai angka pada skor tim dikurangi. Dan tim lain berkesempatan untuk menjawab.
  • Tim yang memberikan jawaban terakhir yang bena akan menguasai papan perrnainan.

VARIASI

  1. Sebagai alternatif dari penggunaan kapten tim, perintahkan tiap anggota tim untuk mengambil giliran memainkan permainan tinjauan ulang. Dia tidak boleh berkonsultasi dengan anggota tim sebelum menjawab.
  2. Perintahkan siswa untuk membuat pertanyaan per­mainan

84. Bowling Kampus

URAIAN SINGKAT

Strategi ini merupakan alternatif dalam peninjauan-ulang materi. Strategi ini memungkinkan guru untuk mengevaluasi sejauhmana siswa telah menguasai materi, dan bertugas menguatkan, menjelaskan, dan mengikhtisarkan poin-poin utamanya.

PROSEDUR

  1. Bagilah siswa menjadi beberapa tim beranggotakan tiga atau empat orang. Perintahkan tiap tim memilih nama organisasi (tim olah raga, perusahaan, kendaraan bermotor, dll) yang mereka wakili.
  2. Beri tiap siswa sebuah kartu indeks. Siswa akan mengacungkan kartu mereka untuk menunjukkan bahwa mereka ingin mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan. Format permainannya sama seperti lempar koin: Tiap kali anda mengajukan sebuah pertanyaan, anggota tim boleh menunjukkan keinginannya untuk menjawab.
  3. Jelaskan aturan berikut ini:
  • Untuk menjawab sebuah pertanyaan, acungkan kartu kalian.
  • Kalian dapat mengacungkan kartu sebelum sebuah pertanyaan selesai diajukan jika kalian merasa sudah tahu jawabannya, segera setelah kali melakukan interupsi pembacaan pertanyaan itu dihentikan.
  • Tim menilai satu angka untuk setiap jawaban pertanyaan yang benar.
  • Ketika seorang siswa memberikan jawaban yan salah, tim lain bisa mengambil alih untuk menjawah (Mereka dapat mendengarkan seluruh pertanyaan jika tim lain menginterupsi pembacaan pertanyaan)
  1. Setelah semua pertanyaan diajukan. jumlahkan skornya dan umumkan pemenangnya.
  2. Berdasarkan jawaban permainan, tinjaulah materi yang belum jelas atau yang memerlukan penjelasan lebih lanjut.

VARIASI

  1. Sebagai alternatif penggunaan format lempar koin, selang-selinglah pertanyaan kepada tiap tim.
  2. Sebagai alternatif dari menjawab pertanyaan yang sifatnya pengetahuan. gunakan permainan itu untuk menguji apakah siswa dapat mempraktikkan sebuah ketrampilan dengan benar.

85. Ikhtisar Siswa

URAIAN SINGKAT

Strategi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengikhtisarkan apa yang telah mereka pelajari dan untuk menyajikan ikhtisar kepada siswa lain. Ini merupakan cara yang baik untuk mendorong siswa merekapitulasi apa yang telah mereka pelajari dengan cara mereka sendiri.

PROSEDUR

  1. Jelaskan kepada siswa bahwa bila anda sendiri yang membuatkan ikhtisar pelajaran itu berarti bertentangan dengan prinsip belajar aktif.
  2. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok beranggotakan dua hingga empat orang.
  3. Perintahkan tiap kelompok untuk membuat ikhtisar mereka sendiri tentang mata pelajaran yang mereka tempuh. Doronglah mereka untuk membuat uraian singkat, peta pemikiran, atau instrumen lain yang akan memungkinkan mereka menyampaikan ikhtisar kepada siswa lain.

Gunakan salah satu dari pertanyaan berikut untuk memandu pekerjaan mereka:

  • Apa topik utama yang telah kita bahas?
  • Apa sajakah poin-poin utama yang dikemukakan dalam pelajaran hari ini?
  • Apa pengalaman yang kalian dapatkan dan manfaat apa yang kalian dapatkan darinya?
  • Gagasan atau saran apakah yang kalian dapatk dari pelajaran ini?
  1. Perintahkan kelompok untuk saling berbagi ikhtisar mereka. Beri tepuk tangan atas usaha mereka.

VARIASI

  1. Siapkan garis-garis besar topik hari ini dan perintahkan siswa untuk mengisi rincian dari hal-hal yang telah dibahas.
  2. Perintahkan siswa untuk melagukan ikhtisar itu. Perintahkan mereka supaya menggunakan irama dari lagu-lagu yang sudah dikenal atau cobalah perintahkan mereka untuk membuat lagu rap berisi ikhtisar pelajaran.

86. Tinjauan Ala Permainan Bingo

URAIAN SINGKAT

Strategi ini membantu mengingatkan kembali akan istilah-istilah yang telah siswa pelajari selama menempuh mata pelajaran. Strategi ini menggunakan format permainan Bingo.

PROSEDUR

  1. Susunlah sejumlah angka 24 atau 25 pertanyaan tentang materi pelajaran anda yang bisa dijawab dengan beberapa contoh istilahnya:
  • Angka penyebut yang paling sedikit
  • Hieroglifik
  • Inflasi
  • Otokrasi
  • Database
  • Hokum Hamurabi
  • Byte
  • Impresionisme
  • Alegori
  • Fotosintesa
  • Bilangan urutan
  • Skizofrenia
  • Klausa pengendalian

Anda juga dapat menggunakan nama, sebagai alternative dari istilah. Berikut adalah beberapa conotohnya:

  • Feud
  • Copernicus
  • Caesar
  • Blake
  • Roosovelt
  • Marco Polo
  • Joan Arc
  • Dewey
  • Pasteur
  • Van Gogh
  • Cuirie
  • Chaucer
  • Russel
  • Ailey
  1. Sortirlah pertanyaan menjadi lima tumpukan. Label tiap tumpukan dengan huruf B-I-N-G-O. kartu Bingo untuk tiap siswa. Kartu-kartu ini mesti mirip sesuai dengan kartu Bingo biasa, dengan nomor-nomor dalam tiap 24 celah dalam matrik 5X5 (celah tengah “Kosong.”)
  2. Bacalah sebuah pertanyan dengan angka yang terkait. Jika seorang siswa memiliki angkanya dan dia dapat. Bila seorang siswa mencapai lima jawaban benar dalam sebuah deretan (baik vertikal, horizontal, maupun di­agonal). siswa tersebut boleh meneriakkan “Bingo.” Permainan dapat diteruskan hingga ke25 celah tersebut terisi.

VARIASI

  1. Sediakan hadiah yang tidak mahal, semisal sebungkus coklat, bila siswa mendapatkan Bingo.
  2. Buatlah kartu yang memiliki sel-sel yang sebelumnya diisi dengan istilah utama (plus sel “kosong” di tengahnya). Ketika sebuah pertanyaan dibacakan, jika siswa yakin bahwa salah satu dari jawaban pada kartu itu cocok dengan pertanyaan tersebut, dia bisa menuliskan nomor pertanyaannya di sampingnya.

87. Tinjauan ala Permainan Hollywood Squares

URAIAN SINGKAT

Strategi peninjauan ini didasarkan pada tayangan kuis TV yang pernah propuler “Hollywood Squares.”

PROSEDUR

  1. Perintahkan tiap siswa untuk menuliskan dua atau tiga pertanyaan yang terkait dengan mata pelajaran. Pertanyaannya bisa dalam format pilihan ganda, benar/ salah. atau isian.
  2. Kumpulkan pertanyaan. Jika anda menghendaki, tambahkan beberapa pertanyaan dari anda sendiri.
  3. Simulasikan format tayangan permainan tic-tac-toc yang digunakan dalam Hollywood Squares. Tatalah tiga kursi di depan kelas. Perintahkan tiga siswa untuk duduk di lantai di depan kursi, tiga duduk di kursi dan tiga lagi berdiri di belakangnya.
  4. Berikan kepada sembilan “selebriti” itu sebuah kartu dengan tanda X tercetak di satu sisi dan di sisi lain untuk ditempelkan ke tubuh mereka bila pertanyaannya berhasil dijawab.
  5. Perintahkan dua siswa untuk bertugas selaku kontestan. Kontestan memilih anggota dari “celebrity square” untuk menjawab pertanyaan permainan.
  6. Ajukan pertanyaan kontestan secara bergiliran kontestan menjawab dengan “setuju” atau “tidak setuju”’ kepada tanggapan panel manakala mereka membentuk tic-tac-toc.
  7. Siswa lain yang tidak terlibat dalam permainan diberi kartu yang menyatakan “setuju” di satu sisi dan “tidak setuju” di sisi lain untuk diberikan kepada kontestan untuk membantu mereka dalam membuat keputusan.

VARIASI

  1. Lakukan rotasi pada para “selebriti” itu.
  2. Pasangkan siswa. Perintahkan mereka untuk bermain tic-tac-toc kepada satu sama lain, berdasarkan kemampuan mereka untuk menjawab pertanyaan tinjauan anda.

Penilaian Sendiri

Akhir mid semester, akhir semester, atau akhir mata pelajaran merupakan waktu untuk melakukan perenungan. Apa yang telah saya pelajari? Apa yang sekarang saya yakini? Apa saja ketrampilan saya? Apa saja yang perlu diperbaiki? Menyediakan waktu untuk penilaian diri memberi siswa kesempatan untuk mengkaji apa yang bisa ia dapatkan dari pelajaran. Strategi-strategi yang berikut ini merupakan cara-cara terstruktur untuk meningkatkan jenis penlialan diri ini. Itu semua merupakan penutup pelajaran yang memberi makna bagi pengalaman siswa

88. Mempertimbangkan Kembali

URAIAN SINGKAT

Salah satu cara paling efektif untuk mendisain sebuah unit atau materi pelajaran adalah dengan meminta siswa mengemukakan pandangan mereka tentang topik pelajaran semenjak awal dan kemudian menilai kembali pandangan ini pada akhir pelajaran. Ada beberapa cara untuk melakukan bentuk pertimbangan kembali ini.

PROSEDUR

  1. Pada awal dari sebuah unit atau mata pelajaran. perintahkan siswa untuk mengungkapkan pendapat mereka tentang topik pelajaran. Sebagai contoh, tanyakanlah tentang:
  • Apa yang menjadikan _____ efektif (misalnya, tugas akhir)
  • Apa manfaat dari sebuah __ (konstitusi)
  • Apa saran yang hendak mereka berikan untuk menjadi _____ (misalnya aktor yang lebih baik)

Gunakan salah satu dari format berlkut:

  • Diskusi kelompok
  • Kuesioner
  • Debat pembuka
  • Pernyataan tertulis
  1. Pada akhir dari mata pelajaran, perintahkan siswa untuk kembali mengemukakan pendapat mereka.
  2. Tanyakan kepada siswa apakah pandangan mereka masih sama ataukah sudah berubah.

VARIASI

  1. Diskusikan faktor-faktor yang mengakibatkan perubahan pandangan.
  2. Mulailah pelajaran dengan sebuah latihan yang memin­ta siswa menuliskan situasi saat ini di mana mereka tidak begitu terampil atau tahu banyak sebagaimana mereka nantinya (setelah mengikuti pelajaran). Akhirilah pelajaran dengan sebuah latihan yang meminta siswa menanyakan pada diri sendiri bagaimana mereka akan mengatasi situasi secara lebih efektif di waktu mendatang.

89. Keuntungan dari Investasi Anda

URAIAN SINGKAT

Pendekatan ini meminta siswa untuk menilai apakah mereka akan mendapatkan manfaat dari pelajaran. Pendekatan ini menempatkan mereka dalam posisi “memiliki” harapan terhadap apa yang mereka pelajari, bukan hanya sekadar mengikuti pelajaran.

PROSEDUR

  1. Pada awal pelajaran, perintahkan siswa untuk menuliskan apa yang bisa mereka dapatkan dari pelajaran.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyusun latihan ini:

  • Perintahkan siswa untuk membuat daftar berisi, tujuan belajar mereka atas pelajaran ini.
  • Perintahkan siswa untuk membuat daftar berisi apa saja yang menurut mereka sulit atau tidak menarik pada pelajaran ini.
  • Perintahkan siswa untuk membuat daftar berisi cara-cara yang bisa mereka gunakan untuk memanfaatkan apa yang mereka pelajari.
  1. Meluangkan waktu secara berkala bagi siswa untuk membaca pernyataan awal mereka dan mempertimbangkan nilai-nilai apa yang selama ini mereka dapatkan dari pelajaran tersebut.
  2. Pada akhir penyajian materi, akhir semester, atau akhir pelajaran, perintahkan siswa untuk menilai apakah investasi waktu dan usaha mereka di kelas ada manfaatnya jika ditinjau dari apa yang menjadi harapan mereka pada awal pelajaran.
  3. Mintalah umpan balik dari siswa.

VARIASI

  1. Buatlah sebuah pajangan berisi tujuan siswa agar mereka dapat mencocokkannya dengan mudah selama berlangsungnya pelajaran.
  2. Perintahkan siswa untuk membuat penyajian materi yang menjelaskan apa yang mereka dapatkan dari investasi mereka dalam mengikuti pelajaran. Sebagai contoh, seorang siswa yang merasa bahwa pelajaran yang ia ikuti memiliki manfaat mungkin akan mengungkapkan bahwa dia mendapatkan keuntungan sebesar 75 persen dari investasi mereka.

90. Galeri Belajar

URAIAN SINGKAT

Aktivitas ini merupakan suatu cara untuk menilai, mengingat apa yang telah siswa pelajari selama ini.

PROSEDUR

  1. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok beranggotakan dua hingga empat orang.
    1. Perintahkan tiap kelompok untuk mendiskusikan apa yang didapatkan oleh pada anggotanya dari pelajaran yang mereka ikuti. Hal itu boleh jadi mencakup yang berikut ini:
  • Pengetahuan baru
  • Ketrampilan baru
  • Peningkatan dalam bidang ketrampilan__________(misalnya pemrograman)
  • Minat baru di bidang __________(misalnya sastra)
  • Percaya diri dalam ___________(misalnya, berbicara bahasa Jerman)

Kemudian perintahkan mereka untuk membuat sebuati daftar pada kertas lebar berisi hasil “pembelajaran” ini. Perintahkan mereka untuk memberi judul atau menamai daftar itu “Hal-hal Yang Kita Dapatkan.”

  1. Tempelkan daftar tersebut pada dinding.
  2. Perintahkan siswa untuk berjalan melewati tiap daftar. Perintahkan agar tiap siswa memberikan tanda centang di dekat hasil belajar yang juga dia dapatkan pada daftar selain dari daftarnya sendiri.
  3. Surveilah hasilnya, cermati hasil pembelajaran yang pal­ing umum didapatkan. Jelaskan sebagian hasil pembelajaran yang tidak biasa atau tidak diduga-duga.

VARIASI

  1. Jika jumlah siswanya memungkinkan, perintahkan tiap siswa untuk membuat daftarnya sendiri.
  2. Sebagai alternatif dari pembuatan daftar berisi ‘hasil pembelajaran’. perintahkan siswa untuk membuat daftar “pengingat”—yang berisi gagasan atau saran yang diberikan selama pelajaran yang menurut siswa layak untuk diingat untuk diterapkan di kemudian hari.

91.Penilaian-Diri secara Fisik

URAIAN SINGKAT

Aktivitas ini serupa dengan Aktivitas 66, “Penilaian Diri Aktif.” Dengan menggunakannya pada akhir pelajaran siswa dapat menilai seberapa banyak yang mereka pelajari atau mengubah pendirian yang dia punyai sebelum mengikuti pelajaran.

PROSEDUR                                 .

  1. Buatlah satu atau beberapa pernyataan yang menilai perubahan pada siswa. Contohnya meliputi:
  • Saya berubah pendirian tentang _________lantaran mengikuti pelajaran ini.
  • Saya mengalami peningkatan ketrampilan di bidang__________
  • Saya mempelajari informasi dan konsep baru
  1. Sisihkan meja atau kursi ke samping ruangan dan perintahkan siswa untuk berdiri di bagian belakang ruangan.
  2. Buatlah skala penilaian angka dari 1 hingga 5 pada papan tulis atau dengan menempelkan skala angka itu di dinding.
  3. Jelaskan bahwa anda akan membacakan sebuah pernyataan kepada siswa. Setelah mendengarkan masing-masing pernyataan, siswa harus berdiri di depan angka skala penilaian yang paling cocok dengan penilaian-dirinya. Gunakan skala yang berikut ini:

1 = sangat tidak setuju

2 = tidak setuju

3 = ragu-ragu

4 = setuju

5 = sangat setuju

Manakala tiap pernyataan dibacakan, siswa harus beranjak ke tempat di dalam ruangan itu yang paling cocok dengan penilaian diri mereka. Sarankan siswa untuk menilai diri mereka secara realistis. Kemukakan bahwa beberapa faktor dapat menciptakan sedikit per­ubahan atau samasekali tidak, Faktor-faktor itu meliputi tingkat pengetahuan atau ketrampilan sebelumnya. kebutuhan akan latlhan atau waktu yang lebih banyak, dan sebagainya.

  1. Setelah terbentuk barisan di depan berbagai posisi, pe­rintahkan siswa untuk berbagi alasan mengapa mereka memilih penilaian itu. Garis bawahi kejujuran mereka.
  2. Setelah mendengarkan pendapat siswa lain, perintah­kan setiap siswa yang ingin mengubah posisi angka mereka pada skala tersebut untuk melakukannya.

VARIASI

  1. Gunakan penilaian sendiri dengan menggunakan alat tulis sendiri sebagai alternatif dari pemberian latihan secara terbuka.
  2. Perintahkan siswa untuk berbaris guna mengetahui seberapa banyak yang setuju dengan tiap pernyataan. Tehnik ini, yang disebut “garis-lurus fisik,” memaksa siswa untuk mendiskusikan satu sama lain aoa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka mengalami perbahan manakala mereka menempatkan diri pada anak posisi yang mereka kehendaki pada garis lurus fisik tersebut.

92. Mozaik Penilaian

URAIAN SINGKAT

Latihan ini menggunakan kegiatan membuat gambar mozaik yang memungkinkan siswa menilai diri mereka dengan cara yang kreatif.

PROSEDUR

  1. Kumpulkan beberapa rnajalah. Sediakan gunting, spidol, dan lem (atau isolasi) bagi siswa.
  2. Perintahkan siswa untuk membuat sebuah mozaik yang menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dan/ atau bagaimana perubahan yang mereka alami setelah mengikuti pelajaran.
  3. Buatlah saran-saran berikut:
  • Guntinglah kata-kata dari iklan majalah yang menjelaskan pandangan. ketrampilan, atau pengetahuan kalian.
  • Tempelkan gambar visual yang secara grafis menjelaskan apa saja yang telah kalian capai.
  • Gunakan spidol untuk memberi nama mozaik terse­but dan untuk memberi tambahan penjelasan gambar versi kalian sendiri.
  • Buatlah sebuah galeri mozaik penilaian. Perintahkan siswa untuk mengunjungi hasil-hasilnya dan memberi komentar tentang mozaik yang dipajang.

VARIASI

  1. Buatlah mozaik tim ebagai alternatfi dari mozaik perseorangan
  2. Sebagai laternatif dari pembuatan mozaik, perintahkan siswa untk membuat “perisai” atau “rompi tentara” yang ditempeli stiker berisi hal-hal yang mereka capai.

Perencanaan Masa Depan

Pada akhir dari pelajaran yang menampilkan kegiatan belajar aktif, siswa biasanya akan bertanya. “selanjutnya bagairnana?” Keberhasilan belajar aktif benar-benar terukur oleh cara menjawab pertanyaan itu—yakni, bagaimana hal-hal yang telah dipelajari di kelas mempengaruhi apa yang akan dilakukan siswa di masa mendatang. Strategi-strategi yang berikut ini dirancang untuk mendukung perencanaan masa depan. Sebagian di antaranya merupakan teknik yang cukup cepat yang bisa anda gunakan bila waktunya terbatas. Sebagian lain memerlukan lebih banyak waktu dan komitmen namun akan membuahkan hasil yang lebih balk.

93. Tetaplah Belajar

URAIAN SINGKAT

Strategi ini memungklnkan siswa menemukan cara-cara untuk terus mempelajari mata pelajaran yang anda ajarkan.

PROSEDUR

  1. Kemukakan harapan anda agar siswa tidak berhenti belajar hanya karena pelajaran telah berakhir.
  2. Kemukakan kepada siswa bahwa ada banyak cara bagi mereka untuk terus belajar secara mandiri.
  3. Tunjukkan bahwa salah satu caranya adalah dengan membuat daftar berisi gagasan mereka sendiri untuk “terus mempelajari.”
  4. Buatlah sub-sub kelompok. Perintahkan tiap sub kelompok untuk mencetuskan gagasan. Berikut adalah beberapa saran umum:
  • Carilah artikel majalah, koran dsb, yang terkait dengan mata pelajaran.
  • Ambil cara lain dalam bidang pelajaran yang sama.
  • Buatlah daftar bacaan masa mendatang.
  • Baca kembali buku dan tinjaulah catatan yang dibuat selama pelajaran.
  • Ajarkan sesuatu yang kalian pelajari kepada siswa lain.
  • Cari pekerjaan atau tugas yang mengguankan ketrampilan yang telah kalian pelajri
  1. Perintahkan siswa untuk kembali ke tempat masing-masing dan perintahkan tiap sub kelompok untuk berbagi gagasan terbaiknya.

VARIASI

  1. Siapkan terlebih dahulu, sebuah daftar saran bagi siswa. Perintahkan mereka untuk memeriksa saran-saran yang dicmggap cocok bagi mereka.
  2. Kirimi siswa gagasan untuk memperpanjang pembelajaran mereka beberapa minggu setelah pelajaran berakhir.

94. Stiker yang Sangat Lengket

URAIAN SINGKAT

Strategi yang menyenangkan ini memungkinkan siswa untuk membuat pengingat, yang mengingatkan mereka supaya menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Mereka mesti menempelkannya pada bagian-bagian yang permukaannya rata (kulkas, pintu, meja dsb).

PROSEDUR

  1. Perintahkan siswa untuk membuat stiker imajiner yang dapat dilekatkan pada mobil yang isinya mengiklankan sebagai berikut:
  • Satu hal yang mereka pelajari di kelas (“Pengamatan merupakan dasar dari semua ilmu pengetahuan”
  • Pemikiran utama atau penggalan saran yang akan mereka ingat untuk memandu mereka di masa mendatang (“Gunakan kalimat topik”)
  • Langkah pemraktikan yang akan mereka ambil kelak (“Baca-baca dulu materinya sebelum kau membacanya secara serius”)
  • Pertanyaan untuk diajukan (“Apa sih yang menjadi tujuan saya?”)
  1. Perintahkan siswa untuk mengungkapkan pendapat mereka seringkas mungkin. Perintahkan  mereka untuk merumuskan kemungkinkan sebelum menentukan pilihan. Doronglah mereka untuk mendapatkan reaksi siswa lain atas gagasan mereka. Mereka bisa mencontoh tulisan pada stiker yang sudah terkenal. misalnya “Berani Berbuat, Berani _____,” atau slogan iklan misalnya Tidak ada _____”yang mampu menandinginya.”
  2. Sediakan materi dan perlengkapan untuk membuat stiker seatraktif mungkin.
  3. Buatlah galeri pajangan stiker. Pastikan bahwa siswa membawa pulang stiker mereka untuk dipajang di tempat yang menurut mereka cocok.

VARIASI

  1. Berikan kepada siswa stiker buatan anda sendiri untuk mereka bawa pulang.
  2. Perintahkan siswa untuk merumuskan ide tulisan stiker pada kartu indeks. Kumpulan kartu-kartu tersebut dan bagikan kepada seluruh kelompok. Perintahkan tiap siswa untuk memilih tiga ide dari siswa lain yang cocok dengan mereka.

95. Dengan Ini Saya Tetapkan Bahwa…

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan strategi yang banyak dipraktikan untuk mendapatkan komitmen terhadap penerapan atas apa yang telah dipelajari di kelas. Strategi Ini juga merupa­kan cara yang balk untuk membantu siswa mengingat pelajaran yang telah lama berlalu.

PROSEDUR

  1. Perintahkan siswa untuk mengatakan kepada anda apa yang mereka dapatkan dari pelajaran. Catat pikiran mereka dan pajanglah dalam bentuk daftar campuran.
  2. Berikan kepada siswa selembar kertas kosong dan sehelai amplop.
  3. Perintahkan mereka untuk menulis aendiri sepucuk surat yang mengindikasikan apa yang mereka (secara pribadi) telah atau terus pelajari dari mata pelajaran dengan cara mereka sendiri. Sarankan agar mereka memulal surat dengan kata-kata “Dengan ini saya tetap kan bahwa.”
  4. Katakan pada mereka bahwa surat itu bersifat rahasia. Perintahkan mereka untuk memasukkannya ke dalam amplop. Alamatkan pada diri sendiri, dan kemudian amplopnya dilem.
  5. Perintahkan siswa untuk menyertakan catatan pada amplop yang menyebutkan kapan mereka ingin mengirimkannya ke alamat mereka sendiri. Janjikan untuk mengirim surat itu, kepada siswa bila mereka memintanya.

VARIASI

  1. Sebagai alternatif dari memerintahkan siswa untuk mengirim surat ke alamat sendiri, sarankan mereka untuk menulis kepada orang lain, yang menunjukkan keputusan dan permintaaan dukungan mereka.
  2. Setelah satu bulan kirimkan sepucuk surat kepada siswa yang isinya adalah ikhtisar pokok-pokok pela­jaran. Doronglah mereka untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Sarankan beberapa cara untuk terus mempelajari mata pelajaran

96. Kuesioner Lanjutan

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan strategi yang cerdik untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pelajaran setelah larna berakhir. Strategi Ini juga berfungsi sebagai cara untuk tetap berhubungan dengan siswa.

PROSEDUR

  1. Jelaskan kepada siswa bahwa anda hendak mengirimi mereka kuesioner lanjutan satu bulan mendatang. Kuesioner itu dimaksudkan untuk (1) membantu mereka mengevaluasi apa yang telah mereka pelajari dan seberapa bagus capaian mereka dan (2) memberi anda umpan balik
  2. Katakan kepada mereka untuk mengisi kuesioner demi kebaikan mereka sendlri. Perintahkan mereka untuk mengemballkan kuesioner itu kapan saja mereka meng-hendaki.
  3. Ketika anda menyusun kuesioner, pertimbangkan beberapa saran berikut ini:
  • Usahakan agar nada pertanyaannya informal dan ramah.
  • Campurkan pertanyaan-pertanyaannya agar pertanyaan yang paling mudahlah yang  lebih dahulu diisi. Gunakan format semisal cheklist. skala penilaian, kalimat tak lengkap, dan esai pendek.
  • Tanyakan tentang apa yang paling mereka ingat, ketrampilan apa yang sekarang mereka terapkan, dan keberhasllan apa yang telah mereka capai.
  • Tawarkan  kepada siswa peluang untuk bertanya kepada anda tentang persoalan dan cara penerapannya.

Berikut adalah contohnya:

Setelah berpartisipasi dalam sebuah pelajaran “Komunikasi Asertif,” siswa diberikan kuesioner lanjutan seperti misal:

Halo! Bagamana kabarnya? Saya harap kalian memiliki kesempatan untuk menerapkan ketrampilan. komunikasi asertif kalian. Seperti saya janjikan, saya mengirimi kalian kuesioner ini guna. membantu kalion meninjau ulang dan menilai kemampuan kalian untuk memantapkan diri dalam mencapai tujuan kalian. Dengan mengirimkan kembali kuesioner ini kepada. saya, kalian juga akan membantu saya mengevaluasi pengaruh dari pelayanan yang saya ajarkan. Terima kasih!

1. Peringkatkanlah situasi-situasi berikut ini berdasar-kan urutan kesulitannya menurut kalian pada skala dari 1 (sangat tidak sulit) hingga 5 (amat sangat sulit).

_______Mengatakan “Tidak” tanpa meminta maaf.

_______Memulal percakapan.

_______Mencurahkan perasaaan secara jujur.

_______Bersikap menyakinkan.

_______Menghadapi orang yang sangat sulit.

2. Indikaslkan tingkat kesulitan yang kalian imliki dalam situasi berikut ini:

Berbicara dengan lawan jenis                              _____              _____  _____

Mendlsipllnkan anak Berbicara di telepon           _____              _____  _____

Meminta kenaikan gaji                            _____              _____  _____

Berbicara dalam kelompok                                 _____              _____  _____

Menolak tawaran sales                                       _____              _____  _____

Mengembalikan makanan di sebuah restoran       _____              _____  _____

3.   Jelaskan dengan singkat situasi saat Ini. di mana Italian bertindak secara tegas:

_____________________________________________________________

_____________________________________________________________

4. Jelaskan situasi terkini dimana kalian tidak bertindak tegas  dan menyesalinya

_____________________________________________________________

_____________________________________________________________

5. Lengkapilah pernyataan berikut ini:

______ Tolong Telepon saya. Saya mengalami kesulitan dengan _____

______ Semuanya baik-baik saja kok. Tidak perlu menelpon saya.

VARIASI

  1. Kirimkan materi lanjutan yang mungkin menarik bagi siswa.
  2. Sebagai alternatif dari pengalaman kuesioner, wawancarailah siswa via telepon atau secara empat mata. Gunakan sampel kecil jika jumlah siswanya banyak.

97. Berpegang Erat

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan sebuah prosedur di mana siswa membuat komitmen serius untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

PROSEDUR

  1. Perintahkan siswa untuk mengisi formulir lanjutan pada akhir pelajaran. Formulir itu berisi pernyataan-pernyatan semisal bagaimana mereka berencana menerapkan apa yang telah mereka pelajari atau untuk terus mempelajari lebih banyak tentang mata pelajaran yang telah mereka ikuti. Berikut adalah formulir sampelnya.

Formulir Perencanaan Masa Depan

Jelaskan bagaimana kalian berencana menerapkan pelajaran ini dan katakan kapan dan bagaimana kalian berencana menerapkannya. Berikan penjelasan secara rinci.

A. Situasi ______________________________________________________

_______________________________________________________________

Rencana yang akan saya terapkan __________________________________

____________________________________________________________

B. Situasi ______________________________________________________

_______________________________________________________________

Rencana yang akan saya terapkan __________________________________

____________________________________________________________

Jelaskan apa yang ingin kalian lakukan untuk terus mempelajari (sisipkan nama pelajaran):

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

____________________________________________________________

2.   Bila formulir itu sudah lengkap, berltahu siswa bahwa lembar perencanaan masa depan mereka akan dikirim kepada mereka dalam tiga atau empat minggu. Pada selang waktu sebelum itu, mereka dikirimi instruksi lanjutan berikut ini:

Silahkan tinjau lembar perencanaan masa depan kalian. Tempatkan huruf A di dekat rencana-rencana yang telah berhasil kalian terapkan. Tempatkan huruf B di samping rencana-rencana yang tengah kalian kerjakan penerapannya. Tempatkan huruf C di dekat rencana-rencana yang belum dapat kalian realisasikan. Jelaskan kendala apa saja yang menghalangi penerapan rencana kalian.

VARIASI

1.   Perintahkan siswa untuk berbagi rencana masa depan mereka dengan seorang yang bisa memberi saran. Sarankan agar mereka secara bersama menyusun rencana Itu untuk membantu siswa agar “tetap menjadikannya pegangan.”

2. Cantumkan dukungan pemberi saran atas rencana ini dalam sebuah daftar sebelum pelajaran dimulai.

Ucapan Perpisahan

Pada umumnya, siswa mengalami rasa kedekatan dengan teman sekelas. Ini terjadijika siswa ainbll bagian dalaiii keglatan belajar aktif. Mereka perlu mengucap-kan perpisahan satu sama lain dan rnengungkapkan penghargaan mereka atas dukungan dan dorongan yang diberikan satu sama lain selama mengikuti pelajaran. Ada banyak cara untuk membantu menyemarakkan suasana perpisahan ini. Strategi-strategi yang berikut Ini cukup baik untuk diterapkan;

98. Papan Scrabble Perpisahan

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan tehnik yang memungkinkan siswa untuk berkumpul bersama pada akhir pelajaran dan mengenang apa yang telah mereka alami bersama. Ini dilakukan dengan membuat papan scrabble raksasa.

PROSEDUR

  1. Buatlah pajangan besar dengan judul mata pelajaran yang diajarkan. Gabungkan kata-kata di dalam judul jika ada lebih dari satu kata. Sebagai contoh, “Sejarah Kuno” menjadi sejarah kuno.
  2. Berikan spidol kepada siswa. Jelaskan, bila perlu, cara membuat kata-kata dengan sistem scrabble, dengan menggunakan judul yang dipajang sebagai pangkal katanya. Pertimbangkan cara-cara pembentukan kata berikut ini:
  • Secara mendatar atau menurun
  • Dimulai dengan. diakhiri dengan, dan disisipi dengan huruf apa saja yang sudah tersedia.

Namun demlkian, ingatkan siswa bahwa mereka tidak boleh menggabungkan dua kata haru ada spasi antara keduanya. Gunakan nama atau ejaan yang benar.

  1. Tetapkan batas waktunya dan perintahkan siswa untuk membuat kata-kata kunci sebanyak yang mereka bias yang berkaitan dengan mata pelajaran atau pengalaman belajar yang telah mereka jalani.
  2. Sarankan supaya mereka membuat pembagian kerja agar sebagian siswa melakukan pencatatan dan sebgia lain mencari kata-kata baru.
  3. Ucapkan kata “Mulai” dan perintahkan siswa untuk menghitung kata-kata dan berikan tepuk tangan meriah sebagai penghargaan atas catatan visual yang menarik yang berisi pengalaman mereka

VARIASI

  1. Jika ukuran kelompok tidak memungkinkan atau cukup menyulitkan untuk aktivitas ini, bagilah siswa menjadi sub-sub kelompok yang masing-masing mem­buat papan Scrabble. Tampilkan hasilnya bersama dan hitunglah jumlah total kata-kata yang dihasilkan oleh seluruh siswa.
  2. Sederhanakan aktivitas itu dengan menulis judul pela­jaran secara menurun dan meminta siswa menulis (secara mendatar) sebuah verba, ajektiva, atau kata benda yang mereka kaitkan dengan judul itu dan berawal dari masing-masing huruf dalam judul tersebut

99. Menjalin Hubungan

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan sebuah kegiatan yang secara simbolik menggambarkan sebuah pelajaran yang sudah hampir diakhiri. Aktivitas ini terutama cocok bila siswa telah memiliki hubungan erat satu sama lain.

PROSEDUR

  1. Gunakan seutas benang untuk menghubungkan siswa, dalam artian harfiah maupun simbolis.
  2. Perintahkan semua siswa untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Mulailah prosesnya dengan menyatakan secara singkat apa yang anda alami selama memberikan pelajaran.
  3. Dengan memegang ujung benang, lemparkan bundelannya kcpada seorang siswa di sisi lain dari lingkaran itu. Perintahkan siswa tersebut untuk menyatakan secara singkat apa yang dia alami sebagai hasil dari keikutsertaannya dalam pelajaran ini. Kemudian perintahkan siswa itu untuk memegang benang dan melemparkan bundelannya kepada siswa lain.
  4. Perintahkan tiap siswa untuk mengambil giliran menerima bundelan, berbagi pemikiran, dan melemparkan benang, terus memegang bagian yang menyakitkan dirinya. Formasi yang dihasilkan adalah sebuah jaring benang yang mengkaitkan setiap anggota kelompok.

Beberapa komentar yang dapat diungkapkan meliputi:

  • Saya senang bisa mengenal teman sekelas secara pribadi.
  • Saya merasa bisa bersikap terbuka dan jujur disini
  • Saya mendapatkan kegembiraan di kelas ini.
  • Saya mulai memikirkan cara-cara untuk mempraktikkan apa yang telah saya pelajari.
  • Kita semua adalah kelompok besar!
  1. Lengkapi aktivitas itu dengan menyatakan bahwa pro­gram ini bermula sebagai pengumpulan individu yang mau menjalin hubungan dan belajar satu sama lain.
  2. Putuskan benang menggunakan gunting agar tiap siswa, kendati datang secara individual, memegang bagian dan siswa lain. Ucapkan terirna kasih kepada siswa atas minat, gagasan, waktu dan usaha mereka.

VARIASI

  1. Perintahkan tiap siswa untuk mengungkapkan rasa penghargaannya kepada siswa yang mengulurkan benang kepadanya.
  2. Sebagai altematif dari penggunaan benang, lemparkan atau overkan sebuah bola atau benda serupa itu. Perintahkan tiap siswa untuk menerima bola, kemudian dia boleh mengungkapkan ucapan perpisahan.

100. Foto Bersama

URAIAN SINGKAT

Ini merupakan aktivitas yang mengakui sumbangsih dari setiap siswa sembari mengenang seluruh teman sekelas.

PROSEDUR

  1. Kumpulkan seluruh siswa untuk diambil fotonya secara bersama. Sebaiknya dibuatlah minimal tiga deret siswa—deret pertama jongkok di lantai, deret kedua duduk di kursi, dan deret ketiga berdiri di belakang kursi. Ketika anda akan mengambil gambar, ucapkanlah kata-kata perpisahan anda. Tekankan betapa kegiatan belajar aktif sangat bergantung pada dukungan dan keterlibatan siswa. Ucapkan terima kasih kepada siswa atas keikutsertaan mereka demi keberhasilan pelajaran.
  2. Selanjutnya, perintahkan salah satu siswa untuk meninggalkan kelompok dan menjadi “fotografer”. (Opsional: Perintahkan tiap peserta untuk sekadar nadir dan melihat gambar terakhir seluruh teman sekelas.)
  3. Jika jumlah siswa dalam kelas tidak terlalu besar, perintahkan tiap siswa untuk berbagi pendapat terakhir mereka dengan kelompok. Perintahkan kelompok untuk memberi tepuk tangan kepada siswa itu atas kontribusinya bagi kelas.
  4. Bila filmnya sudah dicetak, berikan tiap anggota masing-masing satu foto berisi seluruh anggota kelas.

VARIASI

  1. Gunakan sesi foto bersama sebagai kesempatan untuk meninjau beberapa inti pelajaran.
  2. Sebagai alternatif dari membuat kenangan perpisahan bersama, perintahkan siswa untuk menulis pendapat akhir pada selembar kertas dan menempelkannya di dinding.